Yohana Anjela (206601242)
Pertumbuhan ekonomi salah satu indikator yang sangat penting dalam melakukan analisi tentang pembangunan ekonomi yang terjadi pada suatu negara.
Pertumbuhan ekonomi menujukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu.
Dengan kata lain bahwa pertumbuhan ekonomi lebih menujuk kepada perubahan yang bersifat kuantitatif .
Biasanya diukur dengan menggunakan data Produk Domestik Bruto (PDB).
Prtumbuhan ekonomi berbeda pembangunan ekonomi, keduanya mempunyai arti yang sedikit berbeda meski dua-duanya menerangkan mengenai perkembangan.
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Dalam buku Ekonomi (2009) karya Dewi Kusumawardani, ada beberapa teori yang dikemukan olah para ahli mengenai hubungan antara berbagai faktor produksi dengan pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Uni Eropa Diprediksi Minus 8,3 Persen Tahun Ini
Berikut teori-teori pertumbuhan:
- Teori klasik
Pada teori klasik menekankan mengenai pentingnya faktor-faktor produksi dalam menaikan pendapatan nasional dan mewujudkan pertumbuhan.
Namun yang perlu diperhatikan oleh ahli ekonomi adalah peran tenaga kerja.
Menurutnya tenaga kerja yang berlebihan akan mempengaruhi pertumbuhan penduduk.
- Teori Schumpeter
Teori Schumpeter menekankan mengenai peran usahawan yang akan melakukan inovasi dan investasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.
- Teori Harrod-Domar
Pada teori Harrod-Domar menunjukkan peranan investasi sebagai faktor yang menimbulkan pertambahan pengeluaran agregat.
Baca juga: Pemerintah Garap 4 PLBN Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pada dasarnya teori tersebut menekankan peranan segi permintaan dalam mewujudkan pertumbuhan.
- Teori Neoklasik
Teori Neoklasik menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan peningkatan kemahiran masyarakat merupakan faktor yang terpenting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.







Comments
Post a Comment